PT Anugerah Tama Sejati

Blog

Fungsi, Spesifikasi, Setting, dan Cara Pemasangan Thermal Overload Relay TOR03 VINSA

post

Motor Listrik merupakan salah satu komponen yang banyak digunakan dalam berbagai sistem kelistrikan, mulai dari panel kontrol, pompa, fan, blower, conveyor, mesin produksi, hingga berbagai peralatan industri. Karena bekerja dengan beban listrik dan mekanis, motor membutuhkan sistem proteksi yang sesuai agar dapat berpotensi secara aman dan tidak mudah mengalami gangguan.

Salah satu perangkat yang umum digunakan dalam rangkaian motor adalah Thermal Overload Relay (TOR). Perangkat ini berfungsi membantu melindungi motor ketika terjadi kondisi beban berlebih atau overload. Pada sistem tertentu, TOR juga dapat memberikan respons terhadap kondisi kehilangan fasa (phase failure).

Thermal Overload Relay biasanya digunakan Bersama contactor. Contactor bertugas menghubungkan dan memutus suplai motor, sedangkan TOR memantau kondisi arus dan memberikan sinyal trip ketika kondisi overload terdeteksi. Karena itu, pemilihan TOR tidak cukup hanya melihat ukuran contactornya saja, tetapi perlu juga memperhatikan arus nominal motor, range setting, kompatibilitas contactor, dan karakteristik aplikasinya.

 

 

 

Apa Itu Thermal Overload Relay?

Pengertian Thermal Overload Relay

Thermal Overload Relay atau TOR adalah perangkat proteksi yang digunakan untuk membantu melindungi motor listrik dari kondisi overload atau beban lebih.

Ketika motor bekerja melebih batas kondisi yang seharusnya, arus yang mengalir dapat meningkat. Apabila kondisi tersebut berlangsung dalam waktu tertentu, panas pada bagian motor juga dapat meningkat dan berpotensi menyebabkan kerusakan.

TOR bekerja dengan mendeteksi kondisi arus tersebut. Jika arus berada di atas nilai setting dan mencapai karakteristik trip perangkat, TOR akan mengubah kondisi kontaknya, sehingga rangkaian kontrol dapat melepaskan contactor dan menghentikan motor.

Secara sederhana:

Motor bekerja normal → terjadi overload → arus meningkat → elemen thermal bekerja → TOR trip → contactor terlepas → motor berhenti.

IEC60947-4-1 merupakan standar yang mencakup contactor dan motor-starter elektromekanis, termasuk perangkat proteksi motor tertentu dan overload relay untuk starter. Edisi yang tercantum pada IEC saat ini IEC 60947-4-1:2023, dengan corrected version Maret 2026.

 

 

Fungsi Thermal Overload Relay

Secara umum, Thermal Overload Relay memiliki beberapa fungsi penting dalam sistem antara lain:

·        Membantu melindungi motor dari overload.

·        Membantu mendeteksi kondisi kehilangan fasa pada perangkat yang mendukung fungsi tersebut.

·        Mengurangi risiko motor bekerja terlalu lama pada kondisi arus berlebih.

·        Menghentikan motor melalui rangkaian kontrol contactor ketika terjadi trip.

·        Memberikan kontak auxiliary untuk kebutuhan rangkaian kontrol atau indikasi.

 

 

Mengapa Motor Listrik Membutuhkan Thermal Overload Relay?

Motor listrik tidak selalu bekerja dalam kondisi ideal. Beban mekanis dapat berubah, bearing dapat mengalami masalah, pompa dapat bekerja terlalu berat, kipas atau blower dapat mengalami hambatan, atau salah satu fasa pada sistem tiga fasa dapat mengalami gangguan.

Dalam kondisi tertentu, motor akan menarik arus yang lebih besar.

Jika arus berlebih tersebut berlangsung cukup lama, temperartur motor dapat meningkat. Karena itu, proteksi overload menjadi bagian penting dari sistem starter motor.

TOR membantu memberikan perlindungan tersebut dengan karakteristik thermal yang mempertimbangkan kondisi arys dan waktu.

 

 

 

Perbedaan Thermal Overload Relay dengan MCB dan MCCB

Thermal Overload Relay sering dianggap sama dengan MCB atau MCCB karena semuanya berhubungan dengan proteksi listrik. Padahal, fungsi, dan penerapannya berbeda.

Perangkat

Fungsi utama

MCB

Proteksi rangkaian dari arus lebih dan hubung singkat

MCCB

Proteksi arus lebih dan hubung singkat dengan kapasitas aplikasi lebih besar

Thermal Overload Relay

Proteksi overload motor

Contactor

Switching atau pengendalian beban motor

 

TOR bukan pengganti MCB atau MCCB.

Proteksi hubung singkat tetap harus diperhatikan secara terpisah dalam desain instalasi. IEC menjelaskan bahwa contactor dan starter umumnya tidak dirancang untuk memutus arus hubung singkat, sehingga proteksi short circuit yang sesuai merupakan bagian dari instalasi.

 

 

 

Fungsi Thermal Overload Relay pada Motor

Melindungi Motor dari Beban Lebih atau Overload

Fungsi utama TOR adalah membantu melindungi motor dari kondisi overload.

Contohnya, sebuah motor digunakan untuk menggerakkan pompa. Ketika pompa mengalami hambatan atau beban mekanis meningkat, motor dapat menarik arus lebih besar.

Jika kondisi tersebut berlangsung cukup lama, TOR akan merespons berdasarkan setting dan karakteristik thermal-nya. Dengan demikian, TOR membantu mencegah motor terus bekerja pada kondisi yang berpotensi menyebabkan pemanasan berlebih.

 

 

Membantu Melindungi Motor Saat Terjadi Phase Failure

Motor tiga fasa membutuhkan suplai yang seimbang agar dapat bekerja sebagaimana mestinya.

Jika salah satu fasa mengalami gangguan, kondisi motor dapat berubah dan arus pada fasa lainnya dapat meningkat.

Vinsa TOR03 secara spesifik mencantumkan overload and phase failure sebagai aplikasi proteksi motor.

Namun, ketika terjadi trip, teknisi tetap perlu mencari penyebab gangguan. Jangan hanya melakukan reset tanpa memeriksa kondisi suplai dan motor.

 

 

Mengurangi Risiko Motor Mengalami Overheating

Arus yang lebih tinggi dari kondisi normal dapat menyebabkan peningkatan panas pada motor.

TOR membantu membatasi durasi motor bekerja dalam kondisi overload dengan cara memutus rangkaian kontrol ketika kondisi trip tercapai.

Dengan demikian, TOR menjadi salah satu bagian dari sistem proteksi motr, bukan satu-satunya perangkat yang menentukan keamanan keseluruhan instalasi.

 

 

Menghentikan Motor melalui Rangkaian Contactor

TOR biasanya terintegrasi dengan rangkaian kontrol contactor.

Saat TOR trip, kondisi auxiliary contact berubah. Kontak tersebut kemudian dapat digunakan untuk memutus rangkaian coil contactor.

Akibatnya, contactor terlepas dan suplai motor dihentikan.

 

 

 

Cara Kerja Thermal Overload Relay

Prinsip Kerja Thermal Overload Relay

Thermal Overload Relay bekerja berdasarkan respons thermal terhadap arus.

Ketika arus meningkat, panas pada elemen thermal juga meningkat. Jika kondisi overload berlangsung hingga mencapai karakteristik trip, mekanisme internal TOR akan bekerja.

Prinsip sederhananya adalah:

Arus lebih → panas meningkat → mekanisme thermal bekerja → trip.

Karena karakteristiknya thermal, TOR tidak dirancang sebagai pengganti perangkat proteksi hubung singkat yang membutuhkan pemutusan cepat pada kondisi short circuit.

 

 

Apa yang Terjadi Ketika Arus Motor Melebih Setting?

Ketika motor bekerja normal, arus berada dalam kondisi yang sesuai dengan aplikasi dan setting TOR.

Jika motor mengalami overload, arus dapat meningkat.

Apabila kondisi tersebut berlangsung hingga mencapai karakteristik trip, TOR akan bekerja dan mengubah posisi kontaknya.

Alurnya:

Motor normal → Beban motor meningkat → Arus motor meningkat → Elemen thermal mengalami pemanasan → TOR mencapai kondisi trip → Auxiliary contact berubah → Contactor terlepas → Motor berhenti

 

 

Mengapa Thermal Overload Relay Tidak Menggantikan Proteksi Short Circuit?

Overload dan short circuit merupakan dua kondisi gangguan yang berbeda.

Overload biasanya berkaitan dengan motor yang menarik arus lebih tinggi dari kondisi normal dalam periode tertentu. Sementara short circuit dapat menghasilkan arus gangguan yang jauh lebih besar dan membutuhkan proteksi khusus.

Karena itu, rangkaian motor tetap membutuhkan koordinasi antara perangkat swithing, overload protection, dan short-circuit protection.

IEC 60947-4-1 secara khusus membahas contactor dan motor-starter serta hubungan proteksi motor dalam sistem tersebut.

 

 

 

Thermal verload Relay pada Rangkaian Contactor

Mengapa Thermal Overload Relay Dipasang Bersama Contactor?

Contactor dan TOR memiliki fungsi yang berbeda tetapi saling melengkapi.

Contactor digunakan untuk menghubungkan dan memutus suplai motor berdasarkan rangkaian kontrol.

TOR digunakan untuk memberikan proteksi terhadap overload motor.

Ketika TOR trip, rangkaian kontrol dapat memutus coil contactor sehingga motor berhenti.

 

 

Posisi Thermal Overload Relay pada Rangkaian Motor

Secara sederhana, rangkaian power dapat digambarkan:

Sumber listrik → MCB/MCCB → Contactor → Thermal Overload Relay → Motor

Sementara pada rangkain kontrol:

Control Circuit → Auxiliary Contact TOR → Coil Contactor

Konfigurasi aktual dapat berbeda sesuai desain starter motor, tegangan kontrol, jumlah fasa, dan kebutuhan sistem.

 

 

Hubungan Rating Contactor dengan Thermal Overload Relay

Pemilihan contactor dan TOR harus dilakukan secara bersamaan, tetapi keduanya tidak memiliki fungsi yang sama.

Rating contactor digunakanuntuk menentukan kemampuan switching dan kesesuaian dengan beban.

Sementara range TOR menentukan apakah perangkat dapat disetting sesuai arus motor.

Karena itu, jangan menentukan setting TOR hanya berdasarkan ampere contactor.

 

 

 

Apa Arti Class 10A pada Thermal Overload Relay?

Pengertian Thermal Overload Class 10A

Thermal Overload Relay memiliki klasifikasi tertentu yang berkaitan dengan karakteristik waktu trip.

Vinsa TOR03 menggunakan Thermal Overload Class 10A.

Class tersebut perlu diperhatikan ketika memilih TOR karena starting motor dan aplikasi dapat berbeda.

 

 

Hubungan Class dengan Waktu Trip

Klasifikasi overload relay berkaitan dengan karakteristik waktu operasi ketika perangkat mengalami kondisi overload tertentu.

Karena itu, pemilihan Class sebaiknya mempertimbangkan karakteristik thermal yang sama tanpa melihat kondisi aplikasinya.

 

 

Mengapa Class Thermal Overload Relay Perlu Diperhatikan?

Motor dengan karakteristik starting tertentu dapat membutuhkan pertimbangan yang berbeda dibanding motor yang memiliki proses starting lebih ringan.

Oleh sebab itu, teknisi perlu membaca spesifikasi motor dan datasheet TOR sebelum menentukan produk.

 

 

 

Cara Menentukan Setting Arus Thermal Overload Relay

Apa Itu Setting Arus Thermal Overload Relay?

Setting arus adalah nilai yang digunakan sebagai acuan pengoperasian proteksi overload.

Pada TOR adjustable, teknisi dapat menentukan setting sesuai kebutuhan aplikasi dalam rentang yang tersedia.

Untuk TOR03, rentang pengaturan yang tersedia adalah 0,25-0,4A.

 

 

Menentukan Setting Berdasarkan Arus Nominal Motor

Langkah pertama adalah melihat namaplate motor.

Perthatikan tertutama:

·        Rated current

·        Rated voltage

·         Frequency

·        Power

·        Connection

·        Data teknis lain dari produsen motor

Arus nominal motor menjadi salah satu parameter utama dalam menentukan range dan setting TOR.

 

 

Contoh Menentukan Setting Thermal Overload Relay

Sebagai contoh, apabila nameplate sebuah motor menunjukan arus kerja yang berada dalam rentang 0,25 – 0,4 A, TOR03 dapat dipertimbangkan.

Namun, pemilihan tidak berhenti pada angka tersebut. Teknisi juga perlu memastikan:

·        Range TOR sesuai.

·        Contactor kompatibel.

·        Karakteristik motor sesuai.

·        Sistem instalasi sesuai.

·        Setting akhir mengikuti kebutuhan proteksi dan data teknis motor.

Jadi, TOR tidak otomatis digunakan hanya karena arus motor mendekati salah satu angka pada range-nya. Pemeriksaan keseluruhan sistem tetap diperlukan.

 

 

Apakah Setting TOR Harus Sama dengan Ampere Contactor?

Tidak. Sebagai contoh, contactor tertentu dapat memiliki rating arus yang jauh lebih tinggi daripada setting overload relay.

Hal tersebut normal karena contactor dan TOR memiliki fungsi berbeda. Yang menjadi acuan utama setting overload adalah kebutuhan proteksi motor dan data arus motor.

 

 

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Setting TOR

Beberapa kesalahan yang perlu dihindari:

·        Setting terlalu rendah sehingga motor sering trip.

·        Setting terlalu tinggi sehingga proteksi overload menjadi kurang efektif.

·        Mengikuti rating contactor tanpa membaca nameplate motor.

·        Mengabaikan kondisi beban.

·        Menaikkan setting setiap kali TOR trip tanpa mencari penyebabnya.

Jika TOR berulang kali trip, teknisi sebaiknya memeriksa motor, beban, suplai, koneksi, dan kondisi sitem terlebih dahulu.

 

 

 

Mengenal Thermal Overload Relay Vinsa TOR03

Apa Itu Vinsa TOR03?

Vinsa TOR03 merupakan Thermal Overload Relay tipe Differential Thermal Overload Relay.

Produk ini dirancang untuk aplikasi proteksi motor terhadap overload dan phase failure.

Berdasarkan datasheet, TOR03 mempunyai range thermal protection adjustment 0,25 – 0,4 A dan menggunakan Class 10A.

 

 

Fungsi Vinsa TOR03 untuk Proteksi Motor

TOR03 dapat digunakan sebagai dari sistem starter motor untuk membantu memberikan proteksi ketika motor mengalami overload.

Datasheet mencantumkan:

Relay application: Motor protection against overload and phase failure.

Karena itu, TOR03 bukan sekedar relay kontrol biasa, tetapi merupakan bagian dari sistem proteksi motor.

 

 

Range Setting Arus TOR03

Vinsa TOR03 mempunyai range setting:

0,25 – 0,4 A

Range tersebut merupakan salah satu karakteristik paling penting saat memilih TOR03.

Jika kebutuhan setting motor berada di luar range tersebut, teknisi perlu mempertimbangkan pilihan TOR Vinsa lainnya.

 

 

Thermal Overload Class 10A pada TOR03

TOR03 menggunakan Class 10A sebagaimana tercantum pada datasheet produk.

Informasi ini perlu diperhatikan terutama untuk aplikasi motor yang mempunyai karakteristik starting tertentu.

 

 

 

Spesifikasi Thermal Overload Relay Vinsa TOR03

Berikut spesifikasi utama Vinsa TOR03 berdasarkan datasheet:

Parameter

Spesifikasi

Product Name

Thermal Overload Relay

Device Short Name

TOR03

Type

Differential Thermal Overload Relay

Aplikasi

Motor Protection

Proteksi

Overload & Phase Failure

Setting Arus

0,25–0,4 A

Thermal Class

Class 10A

Network

AC

Frequency

50/60 Hz

Rated Insulation Voltage

690 V AC

Rated Operational Voltage

690 V AC

Auxiliary Contact

1NO + 1NC

Conventional Free Air Thermal Current

25 A

Permissible Current

25 A

Associated Fuse Rating

35 A

Rated Impulse Withstand Voltage

6 kV

Reset

Manual / Automatic

Terminal

Screw Terminal

Tightening Torque

1,2–1,5 N·m

Mounting

Direct / DIN Rail dengan Adapter

IP Degree

IP20

Standard

IEC 60947-4-1

Certification

CE, CCC

 

 

 

Kompatibilitas Vinsa TOR03 dengan Contactor C Series

·       Contactor C09-220VAC

TOR03 tercantum kompatibel dengan C09-220VAC.

·       Contactor C12-220VAC

TOR03 juga tercantum kompatibel dengan C12-220VAC.

·       Contactor C18-220VAC

Untuk ukuran contactor C18, TOR03 juga tercantum dalam daftar kompatibilitas.

·       Contactor C25-220VAC

C25-220VAC termasuk contactor yang tercantum pada datasheet TOR03.

·       Contactor C32-220VAC

TOR03 juga tercantum kompatibel dengan C32-220VAC.

C09 → C12 → C18 → C25 → C32, dengan coil 220 VAC sebagaimana tercantum pada datasheet.

 

 

 

Sepesifikasi Teknis Vinsa TOR03 untuk Teknisi

Tripping Thershold 1,05-1,2 x Ir

Datasheet TOR03 mencantumkan triping thershold 1,05-1,2 x Ir dan menyatakan kesesuaian dengan IEC 60947-4-1.

Nilai ini perlu dibaca Bersama setting arus perangkat dan karakteristik overload relay.

 

 

Auxiliary Contact 1NC + 1NC

TOR03 memiliki:

1 Normally Open + 1 Normally Closed

Konfigurasi tersebut dapat digunakan untuk rangkaian kontrol sesuai desain panel.

Kontak auxiliary dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan interlock, kontrol contactor, atau indikasi kondisi relay.

 

 

Manual dan Automatic Reset

TOR03 mendukung Manual / Automatic Reset.

Pemilihan mode reset harus mempertimbangkan kebutuhan mesin.

Untuk sistem tertentu, manual reset dapat lebih sesuai karena motor tidak langsung kembali beroperasi sebelum operator memeriksa penyebab trip.

 

 

Screw Terminal dan Tightening Torque

TOR03 menggunakan screw terminal.

Datasheet menentapkan tightening torque:

1,2 – 1,5 N.m.

Teknisi sebaiknya mengikuti nilai tersebut saat melakukan instalasi agar koneksi terminal sesuai dengan spesifikasi produk.

 

 

 

Dimensi dan Karakteristik Fisik Vinsa TOR03

Dimensi Thermal Overload Relay TOR03

Menurut datasheet:

·        Tinggi maksimum: 6,7 cm

·        Lebar maksimum: 4,6 cm

·        Kedalaman maksimum: 9,5 cm

·        Berat bersih: 162,8 gram

Dimensi ini penting diperhatikan saat menentukan layout komponen dalam panel.

 

 

Tingkat Proteksi IP20

TOR03 memiliki tingkat proteksi IP20.

Karena itu, penggunaan TOR03 sebaiknya mempertimbangkan enclosure atau panel yang sesuai dengan kondisi lingkungan instalasi.

 

 

Tingkat Proteksi IP20

TOR03 memiliki tingkat proteksi IP20.

Karena itu, penggunaan TOR03 sebaiknya mempertimbangkan enclosure atau panel yang sesuai dengan kondisi lingkungan instalasi.

 

 

Suhu Operasional TOR03

Datasheet mencantumkan suhu operasi:

-5 °C hingga +40 °C tanpa derating.

Sementara suhu penyimpanan:

-25 °C hingga +70 °C.

Informasi temperatur penting terutama ketika TOR digunakan pada panel yang berada di lingkungan dengan temperatur tinggi.

 

 

 

Material Flame Retardant dan Dielectric Strength

Datasheet juga mencantumkan penggunaan material plastik flame retardant setara UL94 V-0 dan dielectric strength sebesar 2,5 kV.

 

 

 

Mounting Thermal Overload Relay Vinsa TOR03

Direct Mounting pada Contactor

Salah satu metode pemasangan TOR03 adalah direct mounting pada contactor.

Metode ini membuat TOR menjadi bagian langsung dari rangkaian starter motor dan membantu menjaga instalasi tetap rapi.

 

 

DIN Rail Mounting dengan Adapter

TOR03 juga dapat dipasang pada DIN rail dengan adapter.

Pilihan ini dapat berguna ketika desain panel membutuhkan pemasangan komponen secara terpisah.

 

 

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Pemasangan

Sebelum memasang TOR03:

  1. Pastikan sumber listrik telah diamankan.
  2. Periksa tipe contactor.
  3. Pastikan TOR berada pada range yang sesuai.
  4. Periksa arus nominal motor.
  5. Pastikan wiring benar.
  6. Periksa terminal.
  7. Atur setting sesuai kebutuhan.
  8. Lakukan pengujian sebelum motor dioperasikan normal.

 

 

 

Cara Memasang Thermal Overload Relay Vinsa TOR03

Persiapan Sebelum Instalasi

Siapkan TOR03, contactor yang kompatibel, kabel, peralatan kerja, dan diagram rangkaian.

Pastikan instalasi dalam kondisi bebas tegangan sebelum melakukan pekerjaan.

 

 

Memasang TOR pada Contactor

Jika menggunakan direct mounting, pasang TOR03 pada contactor yang sesuai.

Berdasarkan datasheet, TOR03 kompatibel dengan C09 sampai C32 220 VAC.

 

 

Menghubungkan Rangkaian Power

Rangkaian power harus mengikuti desain sistem dan diagram wiring yang sesuai dengan contactor, TOR, dan motor.

Pastikan koneksi setiap terminal benar sebelum memberikan tegangan.

 

 

Menghubungkan Auxiliary Contact

Auxiliary contact 1NO + 1NC dapat digunakan pada rangkaian kontrol sesuai kebutuhan.

Pastikan konfigurasi NO dan NC tidak tertukar.

 

 

Mengatur Setting Arus TOR

Atur setting berdasarkan kebutuhan proteksi motor dan data teknis motor.

Jangan menaikkan setting hanya karena motor mengalami trip.

 

 

Melakukan Pengujian Setelah Pemasangan

Setelah pemasangan selesai, lakukan pemeriksaan:

·        Wiring

·        Terminal

·        Setting TOR

·        Kondisi contactor

·        Kondisi motor

·        Fungsi start/stop

·        Respons ketika terjadi kondisi trip

 

 

 

Pilihan Setting Arus Thermal Overload Relay Vinsa

Selain TOR03, Vinsa menyediakan beberapa pilihan Thermal Overload Relay untuk rentang arus berbeda. Halaman resmi Vinsa saat ini mencantumkan TOR03 sampai TOR3365.

Reference Code

Setting Arus

Untuk Contactor

TOR03

0,25–0,4 A

C09–C32

TOR04

0,4–0,63 A

C09–C32

TOR05

0,63–1 A

C09–C32

TOR06

1–1,6 A

C09–C32

TOR07

1,6–2,5 A

C09–C32

TOR08

2,5–4 A

C09–C32

TOR10

4–6 A

C09–C32

TOR12

5,5–8 A

C09–C32

TOR14

7–10 A

C09–C32

TOR16

9–13 A

C12–C32

TOR21

12–18 A

C18–C32

TOR22

17–25 A

C32–C40

TOR32

23–32 A

C32–C40

TOR340

30–40 A

C32–C40

TOR3363

63–80 A

C65–C95

TOR3365

80–93 A

C80–C95

 

 

 

Cara Memilih Thermal Overload Relay Vinsa Sesuai Arus Motor

Cek Arus Nominal pada Nameplate Motor

Langkah pertama adalah melihat arus nominal motor.

Jangan langsung memilih TOR berdasarkan daya motor saja karena arus aktual dipengaruhi oleh tegangan, koneksi, efisiensi, faktor daya, dan karakteristik motor.

 

 

Pilih Range Setting yang Sesuai

Setelah mendapatkan arus nominal, pilih TOR yang range pengaturannya dapat digunakan untuk kebutuhan proteksi motor.

Contohnya:

  • Kebutuhan 0,25–0,4 A → TOR03
  • Kebutuhan 0,4–0,63 A → TOR04
  • Kebutuhan 0,63–1 A → TOR05
  • Kebutuhan 1–1,6 A → TOR06

Dan seterusnya.

 

 

Pastikan TOR Kompatibel dengan Contactor

Range arus saja belum cukup.

Periksa juga contactor yang digunakan.

Untuk TOR03, datasheet mencantumkan kompatibilitas dengan C09, C12, C18, C25, dan C32 220 VAC.

 

 

Perhatikan Karakteristik Motor dan Beban

Motor pompa, conveyor, fan, blower, dan mesin produksi dapat mempunyai karakteristik beban yang berbeda.

Karena itu, pemilihan TOR harus mempertimbangkan kondisi aktual aplikasi.

 

 

 

Jangan Memilih TOR Hanya Berdasarkan Ampere Contactor

Ini merupakan salah satu hal terpenting bagi teknisi.

Contactor dan TOR tidak boleh dianggap sebagai satu perangkat dengan rating yang sama.

Contactor dipilih berdasarkan kebutuhan switching motor, sedangkan TOR dipilih berdasarkan kebutuhan proteksi overload motor dan kompatibilitas sistem.

 

 

 

Masalah yang Sering Terjadi pada Thermal Overload Relay

Mengapa TOR Sering Trip?

TOR dapat sering trip karena berbagai alasan, misalnya:

  • Motor mengalami overload.
  • Beban mekanis terlalu berat.
  • Setting terlalu rendah.
  • Terjadi phase failure.
  • Sambungan listrik bermasalah.
  • Motor mengalami gangguan.
  • Sistem pendinginan motor kurang baik.
  • Kondisi instalasi tidak sesuai.

Karena itu, menaikkan setting bukan selalu solusi.

 

 

Motor Tidak Bisa Start Setelah TOR Trip

Jika motor tidak dapat start setelah TOR trip, periksa terlebih dahulu kondisi TOR.

Untuk mode manual, lakukan reset setelah penyebab trip diperiksa.

Jika motor kembali trip setelah dinyalakan, jangan terus-menerus melakukan reset. Periksa penyebab gangguannya.

 

 

TOR Trip Padahal Beban Motor Normal

Jika secara mekanis motor terlihat normal tetapi TOR terus trip, periksa:

  • Arus tiap fasa.
  • Tegangan suplai.
  • Koneksi kabel.
  • Kondisi contactor.
  • Setting TOR.
  • Kondisi motor.
  • Kemungkinan phase failure.

Pengukuran menggunakan alat ukur yang sesuai akan membantu menentukan sumber masalah.

 

 

Apa yang Harus Dilakukan Jika TOR Terus Trip?

Urutan pemeriksaan yang dapat dilakukan:

Periksa beban → ukur arus → periksa tegangan → periksa koneksi → periksa motor → periksa setting TOR → lakukan pengujian ulang.

Dengan cara tersebut, teknisi tidak sekadar menghilangkan gejala, tetapi mencari penyebab sebenarnya.

 

 

 

FAQ

Apa Itu Thermal Overload Relay?

Thermal Overload Relay adalah perangkat proteksi yang digunakan untuk membantu melindungi motor dari kondisi overload. TOR umumnya digunakan bersama contactor dalam rangkaian starter motor.

 

Apa Fungsi Thermal Overload Relay?

Fungsi utamanya adalah memberikan proteksi terhadap overload motor. Vinsa TOR03 juga mencantumkan proteksi terhadap phase failure.

 

Bagaimana Cara Kerja Thermal Overload Relay?

TOR merespons kondisi arus berlebih melalui karakteristik thermal. Ketika kondisi overload mencapai karakteristik trip, kontak relay berubah dan dapat menyebabkan contactor terlepas.

 

Apa Fungsi TOR pada Contactor?

TOR memberikan fungsi proteksi overload, sedangkan contactor melakukan switching motor. Ketika TOR trip, auxiliary contact dapat digunakan untuk memutus rangkaian coil contactor.

 

Bagaimana Cara Setting Thermal Overload Relay?

Setting perlu ditentukan berdasarkan data motor, terutama arus nominal pada nameplate, karakteristik beban, dan kebutuhan sistem. Jangan menentukan setting hanya berdasarkan rating contactor.

 

Berapa Setting Thermal Overload Relay TOR03?

Vinsa TOR03 memiliki range setting 0,25–0,4 A.

 

Apa Arti Class 10A pada TOR03?

Class 10A merupakan klasifikasi karakteristik overload relay yang berkaitan dengan karakteristik waktu trip. TOR03 menggunakan Class 10A.

 

Apa Fungsi Auxiliary Contact 1NO + 1NC?

Kontak 1NO + 1NC dapat digunakan dalam rangkaian kontrol, misalnya untuk interlock, indikasi, atau pengendalian coil contactor sesuai desain rangkaian.

 

Apakah TOR03 Bisa Dipasang pada DIN Rail?

Ya. Datasheet mencantumkan TOR03 dapat dipasang langsung pada contactor atau pada DIN rail menggunakan adapter.

 

Contactor Apa yang Kompatibel dengan TOR03?

Menurut datasheet, TOR03 kompatibel dengan C09-220VAC, C12-220VAC, C18-220VAC, C25-220VAC dan C32-220VAC.

 

Mengapa Thermal Overload Relay Sering Trip?

Penyebabnya dapat berupa overload, beban mekanis terlalu berat, phase failure, masalah koneksi, gangguan motor, atau setting yang tidak sesuai.

 

Apa Perbedaan TOR dengan MCB?

MCB digunakan untuk proteksi rangkaian terhadap arus lebih dan short circuit, sedangkan TOR digunakan terutama untuk proteksi overload motor.

 

Apa Saja Pilihan Setting Arus Thermal Overload Relay Vinsa?

Berdasarkan pricelist yang Anda berikan, tersedia pilihan mulai dari TOR03 0,25–0,4 A hingga TOR3365 80–93 A. Situs resmi Vinsa juga saat ini mencantumkan rentang produk tersebut, dengan kode 23–32 A ditampilkan sebagai TOR332.

 

 

 

Kesimpulan

Thermal Overload Relay merupakan salah satu komponen penting dalam sistem proteksi motor. Perangkat ini membantu melindungi motor ketika terjadi kondisi overload dan, pada perangkat yang mendukungnya, kondisi phase failure.

Dalam sistem starter motor, TOR bekerja bersama contactor. Contactor berfungsi sebagai perangkat switching, sedangkan TOR berfungsi memberikan proteksi overload. Karena fungsi keduanya berbeda, pemilihan TOR tidak boleh hanya didasarkan pada ukuran atau ampere contactor.

Untuk Thermal Overload Relay Vinsa TOR03, spesifikasi utamanya adalah range setting 0,25–0,4 A, Class 10A, auxiliary contact 1NO + 1NC, rated insulation voltage dan rated operational voltage hingga 690 V AC, serta kemampuan reset manual atau automatic. TOR03 juga dirancang untuk proteksi motor terhadap overload dan phase failure.

TOR03 tercantum kompatibel dengan contactor C09, C12, C18, C25 dan C32 220 VAC, sehingga teknisi dapat memilih kombinasi perangkat berdasarkan kebutuhan motor dan desain panel.

Selain TOR03, Vinsa juga menyediakan pilihan Thermal Overload Relay dengan berbagai range arus, mulai dari 0,25–0,4 A hingga 80–93 A, sehingga pemilihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan proteksi motor.

Pada akhirnya, pemilihan Thermal Overload Relay yang tepat bukan hanya tentang mencari produk dengan angka ampere yang sesuai. Teknisi perlu melihat arus nominal motor, setting proteksi, karakteristik beban, contactor yang digunakan, metode pemasangan, wiring, dan kondisi instalasi secara keseluruhan.

Jika kebutuhan Anda adalah Thermal Overload Relay Vinsa TOR03 0,25–0,4 A, pastikan kembali spesifikasi motor dan kompatibilitas contactor sebelum melakukan pemasangan. Dengan pemilihan dan setting yang tepat, TOR dapat menjadi bagian penting dalam sistem proteksi motor pada panel listrik.

Our Blog

Chat WhatsApp